Deskripsi Produk Amonium Sulfat CAS#7783-20-2
Amonium sulfat merupakan salah satu pupuk nitrogen paling awal yang dikembangkan dan tetap digunakan secara luas di seluruh dunia. Pupuk ini diakui sebagai pupuk nitrogen konvensional dengan kandungan nitrogen yang biasanya berkisar antara 20% hingga 30%. Sebagai garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dan basa lemah, larutan airnya bersifat sedikit asam. Selain menyuplai nitrogen, amonium sulfat juga berfungsi sebagai pupuk asam. Namun, penggunaan yang berkepanjangan dan berlebihan dapat menyebabkan pengasaman dan pemadatan tanah, sehingga pengelolaan tanah yang tepat sangatlah penting.
Amonium sulfat tidak cocok untuk produksi pupuk organik dan tidak boleh diaplikasikan bersamaan dengan pupuk alkali, karena reaksi hidrolisis ganda yang dihasilkan dapat mengurangi efisiensi pemupukannya. Pada tahun 1960-an, amonium sulfat berperan sebagai pupuk nitrogen dominan dan juga merupakan sumber sulfur yang penting bagi produksi tanaman. Meskipun awalnya diproduksi melalui netralisasi amonia dengan asam sulfat, amonium sulfat hasil sampingan secara bertahap menjadi sumber utama produksi komersial.
Saat ini, sebagian besar amonium sulfat diperoleh sebagai produk sampingan dari proses industri seperti pembuatan kokas, produksi kaprolaktam, desulfurisasi gas ekor asam sulfat, desulfurisasi gas buang pembangkit listrik, pembuatan akrilonitril, produksi metil metakrilat, dan pengolahan seng oksida. Jalur produksi ini mendukung konsep mengubah limbah industri menjadi sumber daya yang berharga, meningkatkan pemanfaatan sumber daya sekaligus mendorong konservasi energi dan pengurangan emisi. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi desulfurisasi gas buang berbasis amonia, hasil amonium sulfat produk sampingan dari
Pameran Pabrik

Sifat Kimia Amonium Sulfat CAS#7783-20-2
| Titik lebur | >280 °C (terurai) (lit.) |
| kepadatan | 1,77 g/mL pada 25 °C (lit.) |
| tekanan uap | <1 Pa (25 °C) |
| indeks bias | n20/D 1,396 |
| Titik nyala | 26 °C |
| suhu penyimpanan | suhu ruang |
| kelarutan | H2O: 1 M pada 20 °C, jernih, tidak berwarna |
| bentuk | Padat |
| Berat Jenis | 1.769 |
| warna | Kuning hingga oranye |
| Bau | Bau amonia sedikit |
| Kisaran pH | 5 - 6 |
| pH | 5.0-6.0 (25℃, 1M dalam H2O) |
| Kelarutan dalam Air | 77 g/100 mL (25 ºC) |
| λmax | λ: 260 nm Amax: ≤0.037 λ: 280 nm Amax: ≤0.030 |
| Merck | 14.555 |
| Stabilitas | Stabil. Kontak dengan pengoksidasi kuat dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Tidak kompatibel dengan basa kuat. |
| InChIKey | BFNBIHQBYMNNAN-UHFFFAOYSA-N |
| LogP | -5.1 pada 25℃ |
| Referensi Basis Data CAS | 7783-20-2 (Referensi Basis Data CAS) |
| Sistem Registri Zat EPA | Amonium sulfat (7783-20-2) |
Tampilan Inventaris

Aplikasi Produk Amonium Sulfat CAS#7783-20-2
Amonium sulfat banyak digunakan dalam bioteknologi, farmasi, dan manufaktur kimia. Biasanya diterapkan dalam presipitasi protein, kromatografi, pengujian urin, persiapan reagen biologis, dan formulasi media kultur.
Dalam industri farmasi, ia berfungsi sebagai agen penggaraman, katalis untuk produksi pewarna makanan, sumber nutrisi untuk budidaya ragi, dan agen pembantu dalam pewarnaan asam dan pemrosesan kulit.
Ia juga digunakan dalam produksi hidrogen peroksida dan amonium persulfat, serta dalam pelapisan listrik dan aplikasi industri lainnya.
Transportasi dan Pengiriman


